Installasi DHCPD

Ketika anda mencoba internet gratis di cafe atau di mall mungkin anda tidak pernah sadar bahwa anda sama sekali tidak melakukan configurasi apa-apa (selain daftar dan dapat password). Anda bahkan tidak harus bersusah payah mengganti IP address supaya sesuai dengan network dari jaringan yang anda pakai saat itu.

Salah satu trik otomatisasi jaringan supaya client tidak perlu bersusah payah mengganti IP address atau setting gateway dan dns adalah dengan mempergunakan DHCP server yang akan memberikan IP atau konfigurasi yang diperlukan ketika client memerlukan nya.

Disini kita sama-sama lihat langkah-langkah installasi DHCP server atau sering disebut DHCPD yang ternyata gampang.

Pertama yang kita perlukan adalah isc-dhcpd kalau di freebsd anda akan menemukan nya di /usr/ports/net/isc-dhcp3-server dan anda tinggal melakukan installasi dengan menggunakan ports seperti berikut ini.

cd /usr/ports/net/isc-dhcp3-server
make install clean

Tapi kalau anda melakukan installasi dari source nya anda harus memiliki dahulu source dari isc-dhcpd yang and bisa dapatkan dari link berikut ini http://www.isc.org/index.pl?/sw/dhcp/ yang tentu saja cara ini memiliki kelebihan yaitu bisa compatible dengan banyak sekali *nix like OS seperti Linux.

Langkah-langkah berikut bisa dipakai untuk installasi dhcpd dari source nya.

wget http://ftp.isc.org/isc/dhcp/dhcp-3.0.5.tar.gz
tar -zxvf dhcp-3.0.5.tar.gz
cd dhcp-3.0.5

./configure
make
make install

Sebagai catatan sesuaikan versi dhcp server yang anda download dengan versi yang terbaru.

Seperti biasa agak susah dalam installasi aplikasi di *nix adalah editing file configurasi. Tapi anda jangan takut dulu dhcpd memberikan sample file yang cukup gampang dimengerti biasanya bernama dhcpd.conf.sample tetapi kalaupun anda tidak dapat menemukan file tersebut anda bisa dengan gampang membuat nya dengan menggunakan contoh berikut ini:

File ini biasanya disimpan dengan nama /etc/dhcpd.conf atau /usr/local/etc/dhcpd.conf di freebsd

option domain-name "giest.or.id";
default-lease-time 84000;
max-lease-time 84000;
authoritative;
ddns-update-style ad-hoc;
log-facility local7;

subnet 192.168.0.1 netmask 255.255.255.0 {
        range 192.168.0.100 192.168.0.200;
        option domain-name-servers 192.168.0.1, 215.22.12.25;
        option routers 192.168.0.1;
        option subnet-mask 255.255.255.0;
}

host operator {
        hardware ethernet 00:11:22:33:44:55;
        fixed-address 192.168.0.10;
}

contoh diatas silahkan disesuaikan dengan kebutuhan.

option domain-name silahkan ganti dengan domain anda

Subnet dan netmask juga silahkan sesuaikan dengan kebutuhan.

range ip yang disediakan juga bisa di sesuaikan, contoh diatas hanya akan memberikan IP 0.100 – 0.200 kepada client yang memerlukan.

option domain-name-servers adalah dns server yang bisa anda pergunakan. Apabila anda memiliki lebih dari satu dns server silahkan di masukan dengan menggunakan koma.

option router juga silahkan sesuaikan dengan IP router atau gateway anda.

option host operator adalah untuk membuat ip komputer yang bernama operator dengan mac address (hardware ethernet) 00:11:22:33:44:55 selalu tetap dikasih IP 192.168.0.10 dan tidak akan berubah.

Ok kayaknya cukup gak banyak yang harus di ceritain 🙂 kalo masih pusing dan bingung post di koment saja ya nanti pasti dijawab.


About this entry